Akhirnya Jadi Juga Blog Baru
Pertama kali aku mulai menulis di WordPress. Waktu itu aku merasa WordPress adalah pilihan paling masuk akal, tidak perlu ngoding, banyak plugin, dan tinggal fokus menulis saja. Namun, WordPress.com sekarang tidak gratis, self-host WordPress pun perlu biaya sewa web hosting yang lumayan tiap bulannya.
Lalu, aku pindah ke Hashnode. Platform ini gratis dan mudah digunakan. Cuma, setiap kali mengakses Hashnode selalu dihadapkan dengan security check dan loading halaman yang lama. Akhirnya aku mencari-cari platform blog lainnya.
Ada beberapa opsi, yaitu Substack, dev.to, dan Medium. Aku mengincar platform yang menyediakan fitur code snippet dan pembaca sesama developer. Pilihanku jatuh ke dev.to karena komunitasnya aktif dan tulisan lebih mudah ditemukan orang. Kamu bisa akses blog-ku di https://dev.to/hafidnrzs.
Walaupun begitu, aku masih merasa ini bukan rumah, dan akhirnya memutuskan untuk membangun sendiri.
Mengapa Astro?
Setelah berbagai pertimbangan, aku memutuskan membangun blog menggunakan Astro.

Astro adalah framework JavaScript yang dirancang khusus untuk membuat website yang berfokus pada konten, seperti blog.1 Ia menggunakan pendekatan SSG, artinya halaman di-generate saat build, bukan saat ada request masuk.
“Ship less JavaScript” adalah prinsip utama Astro. Secara default, Astro tidak mengirimkan JavaScript ke browser sama sekali, kecuali memintanya secara eksplisit.
Ini yang membuatnya menarik bagiku.
Tech Stack yang Digunakan
- Astro - framework utama
- CSS murni - untuk styling halaman
- Markdown - untuk konten blog
- Frontmatter untuk metadata
- MDX untuk konten yang lebih dinamis (mungkin ke depannya)
- GitHub - untuk version control
- Cloudflare - untuk deployment
Aku sengaja tidak menggunakan TailwindCSS atau framework CSS apapun. Ini yang paling menyenangkan sekaligus menyiksa, sebagai tantangan agar bisa memahami CSS secara mendalam.
Cara Menulis Artikel dengan Astro dan Markdown
Setiap artikel di Astro ditulis menggunakan Markdown dan disimpan di folder src/content/blog. Untuk memformat teks, aku bisa menggunakan berbagai syntax seperti tebal, miring, atau kode inline.
Markdown juga bisa me-render keyboard shortcut, seperti Ctrl + Shift + P. Atau bahkan potongan kode seperti
<!doctype html>
<html lang="en">
<head>
<meta charset="utf-8" />
<title>Example HTML5 Document</title>
</head>
<body>
<p>Test</p>
</body>
</html>
Mengapa Penting Punya Blog Sendiri?
Menulis di platform orang lain itu ibarat menyewa kos. Bisa tinggal di sana, tapi banyak aturan ketat, dan sewaktu-waktu bisa diusir. Punya blog sendiri berarti punya rumah sendiri di internet. Konten sepenuhnya milik sendiri. Desain bisa diatur dengan bebas.
Blog-ku di dev.to tetap dipakai, tetapi akan fokus pada konten-konten bahasa Inggris dan blog ini untuk semua dev-log dan tulisan berbahasa Indonesia.
Saat ini blog ada di versi 1st iteration, masih tahap awal dan nantinya akan banyak perubahan.
Terima kasih sudah mampir ke rumah baruku. Seperti air (H2O), tulisan di sini akan terus mengalir dan berubah bentuk sesuai kebutuhan.
Sampai jumpa di artikel berikutnya.
Footnotes
-
Astro pertama kali dirilis secara publik pada tahun 2021 dan dengan cepat mendapat perhatian besar di komunitas web developer karena pendekatannya yang unik dalam mengurangi JavaScript yang dikirim ke browser. ↩